Ilustrasi fenomena sewa pacar dan paid companionship
Blog › Artikel Terbaru
Sewa Pacar

Bayar Orang Buat Jadi Pacar? Aneh, Tapi Beneran Ada!

Ayu Sella · · 6 min read
Share

Bayangkan kamu sedang scroll media sosial, lalu menemukan penawaran yang tidak biasa: teman ngobrol sebelum tidur, teman jalan ke kafe, atau pendamping ke acara keluarga, semuanya dengan tarif per sesi. Reaksi pertama kebanyakan orang kira-kira sama: "Hah, serius?"

Wajar kalau alismu terangkat. Membayar seseorang untuk menjadi pacar memang terdengar janggal. Tapi layanan semacam ini ada di Indonesia, dikenal dengan sebutan sewa pacar atau rental pacar, dan cukup untuk memancing perdebatan di kolom komentar mana pun.

Daripada langsung setuju atau menolak, ada baiknya kita bongkar pelan-pelan. Kenapa konsepnya terdengar aneh, kenapa ada yang tertarik, dan apa sebenarnya yang "dibeli" dalam transaksi ini?

Kenapa Sewa Pacar Terdengar Aneh?

Karena kata "pacar" membawa muatan yang berat. Dalam pemahaman umum, pacaran dimulai dari rasa tertarik, tumbuh lewat obrolan panjang, lalu dijaga dengan perasaan dan komitmen. Semua itu terasa tidak bisa diberi harga.

Ketika kata "pacar" bertemu kata "sewa", otak kita langsung merasakan benturan. Seolah-olah sesuatu yang seharusnya tulus dipaksa masuk ke dalam daftar tarif.

Reaksinya pun beragam. Ada yang geli, ada yang skeptis, ada yang diam-diam penasaran, dan ada yang menganggapnya biasa saja karena sudah akrab dengan layanan pendampingan sejenis. Tidak ada satu reaksi yang paling benar.

Padahal, kita sebenarnya sudah terbiasa membayar orang untuk menemani. Pemandu wisata menemanimu keliling kota yang asing, pelatih menemanimu lari pagi, dan MC menemani suasana pesta supaya tidak canggung. Bedanya, di sini yang diminta adalah kehadiran dan obrolan, dua hal yang selama ini kita anggap "gratis" karena datang dari orang terdekat.

Perbedaan utamanya ada pada kerangka. Pacaran sungguhan tidak punya durasi dan tidak punya ketentuan tertulis. Pendampingan berbayar justru sebaliknya: ada waktu mulai, ada waktu selesai, dan ada kesepakatan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Ketika konteks itu jelas, kata "pacar" dalam sewa pacar lebih mirip peran dan suasana yang disepakati daripada hubungan yang sebenarnya.

Lalu, Kenapa Ada yang Mau Membayar?

Jawabannya tidak tunggal, dan tidak semuanya soal merasa sepi. Berikut beberapa gambaran kebutuhan yang masuk akal. Ini ilustrasi, bukan data statistik tentang pengguna.

Ingin ngobrol tanpa drama

Bayangkan seseorang yang baru pulang lembur dan hanya ingin bercerita tentang harinya. Teman dekatnya sudah tidur, dan ia belum ingin memulai hubungan baru yang menuntut kabar setiap hari. Teman ngobrol berbayar menawarkan ruang bercerita dengan batas yang jelas.

Butuh pendamping untuk acara

Undangan pernikahan teman lama sudah di tangan, tapi tidak ada yang bisa ikut. Datang sendirian bukan hal yang salah, namun sebagian orang memang lebih nyaman kalau ada seseorang di sampingnya.

Tidak ingin merepotkan orang terdekat

Teman dan keluarga punya jadwal sendiri. Mengajak mereka kadang berarti mengorbankan akhir pekan mereka. Memesan pendamping bisa terasa lebih ringan karena tidak ada rasa sungkan atau utang budi.

Ingin mencoba hal baru tanpa canggung

Ada kafe yang sedang ramai dibicarakan, atau pameran yang ingin kamu datangi, tapi tidak ada teman yang sefrekuensi atau punya waktu luang. Jasa teman jalan memungkinkan kamu tetap pergi dan menikmatinya bersama seseorang, tanpa harus menunggu jadwal semua orang cocok.

Menikmati interaksi virtual

Ada juga yang memang suka format chatting, telepon, atau sleepcall. Percakapan hangat sebelum tidur bisa menjadi ritual kecil yang menyenangkan, tanpa harus keluar rumah.

Pada akhirnya, kebutuhan akan teman tidak selalu berasal dari masalah. Kadang hanya soal preferensi, waktu luang, dan keinginan untuk ditemani dengan cara yang sederhana.

Apakah Sewa Pacar Berarti Benar-Benar Pacaran?

Jawaban singkatnya: tidak otomatis. Dalam konteks jasa companionship, suasana seperti pasangan adalah bagian dari pengalaman yang disepakati, bukan jaminan adanya perasaan timbal balik.

Beberapa hal yang tidak otomatis ikut dalam layanan:

  • cinta atau ketertarikan romantis yang timbal balik
  • eksklusivitas, karena penyedia jasa tetap punya kehidupan pribadinya sendiri
  • komitmen jangka panjang di luar durasi layanan
  • hubungan romantis di luar ketentuan layanan

Bentuk interaksinya bergantung pada penyedia jasa, paket yang dipilih, batasan, dan kesepakatan yang berlaku. Di satu tempat mungkin hanya sebatas teman ngobrol, di tempat lain ada nuansa lebih akrab seperti pacar virtual. Karena itu, membaca ketentuan sebelum memesan bukan formalitas, melainkan bagian terpenting. Kalau kamu ingin gambaran tentang batasan yang lazim, pembahasan aturan sewa pacar bisa jadi bacaan lanjutan.

Salah paham biasanya muncul ketika ekspektasi tidak pernah diucapkan. Seseorang membayangkan kedekatan yang lebih jauh, sementara penyedia jasa bekerja sesuai batas paket. Karena itu, kesepakatan di awal bukan penghalang kehangatan, melainkan pagar yang menjaga kedua pihak tetap nyaman.

Bukan berarti rasa senangnya palsu. Obrolan yang hangat tetap terasa hangat. Hanya saja, kedua pihak paham bahwa ini adalah layanan, dan justru kejelasan itu yang membuat semuanya lebih jujur.

Companionship Ternyata Lebih Beragam dari yang Dibayangkan

Orang sering mengira sewa pacar selalu berarti kencan tatap muka. Padahal bentuknya lebih luas. Di sisi virtual ada chatting, telepon, sleepcall, hingga video call. Di sisi langsung ada teman jalan atau pendamping acara seperti kondangan.

Keragaman inilah yang membuat konsepnya lebih mudah dipahami. Seseorang yang hanya ingin ditemani telepon sebelum tidur punya kebutuhan yang jauh berbeda dari orang yang membutuhkan pendamping di resepsi. Kalau kamu tertarik dengan sisi online-nya, pembahasan tentang teman virtual menjelaskannya lebih dalam. Untuk gambaran besar konsep ini, ada juga ulasan tentang paid companionship di Indonesia.

Mengenal RuangBerdua

Salah satu platform yang bergerak di bidang ini adalah RuangBerdua, platform jasa pendampingan atau companionship profesional di Indonesia yang juga dikenal dengan istilah rental pacar. Layanannya mencakup interaksi virtual maupun pertemuan langsung, sesuai paket, ketersediaan, dan ketentuan yang berlaku.

Saat ini RuangBerdua memiliki 256 talent aktif di 60 kota. Angka itu bukan jaminan semua jadwal selalu tersedia, jadi ketersediaan di kota dan tanggal tertentu tetap perlu dikonfirmasi lebih dulu. Untuk pertemuan langsung, misalnya, sesi dilakukan di tempat umum dan pemesanannya minimal 12 jam sebelum sesi. Komunikasi dan pembayaran pun mengikuti jalur resmi.

Tidak ada layanan yang benar-benar bebas risiko, jadi tetaplah bijak. Pahami ketentuannya, dan tanyakan hal yang belum jelas sebelum membayar.

Aneh dari Satu Sisi, Masuk Akal dari Sisi Lain

Jadi, apakah membayar orang buat jadi pacar itu aneh? Dari sudut pandang hubungan tradisional, wajar kalau terdengar begitu. Tapi begitu konteksnya dibuka, yaitu waktu yang terbatas, batasan yang jelas, dan kebutuhan yang beragam, konsepnya menjadi lebih mudah dipahami, terlepas dari kamu setuju atau tidak.

Orang mencari kebersamaan dengan caranya masing-masing. Ada yang lewat teman lama, ada yang lewat komunitas, ada pula yang lewat layanan pendampingan. Tidak semuanya perlu dihakimi.

Dan mungkin itu inti ceritanya. Layanan seperti ini tidak menggantikan hubungan sungguhan, juga bukan jawaban untuk semua urusan hati. Ia hanya satu pilihan di antara banyak cara orang mencari teman, dengan aturan main yang jelas sejak awal.

Kalau kamu penasaran bagaimana layanan seperti ini bekerja, kamu bisa melihat halaman layanan RuangBerdua untuk pilihan dan ketentuan terbarunya.

Penasaran dengan Layanan Pendampingan?

Lihat pilihan layanan dan ketentuan terbaru di RuangBerdua, lalu putuskan sendiri apa yang cocok untukmu.

Lihat Layanan
Ayu Sella
Ayu Sella
Editor in Chief · Ruang Berdua

Menulis tentang koneksi manusia, kesehatan sosial, dan gaya hidup urban modern. Bergabung dengan Ruang Berdua sejak 2023 dan percaya bahwa setiap orang berhak atas waktu berkualitas bersama orang yang tepat.